Kota Makassar (Humas MAn 2) – Dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional, MAN 2 Kota Makassar menggelar upacara bendera yang diikuti oleh seluruh civitas akademika. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Akademik, Nursakinah, S.Pd., M.Pd, yang dalam amanatnya mensosialisasikan program Asta Aksi Kementerian Agama Sulawesi Selatan. (17/2)
Dalam amanatnya, Nursakinah menekankan pentingnya delapan aksi strategis yang dicanangkan oleh Kemenag Sulsel untuk meningkatkan mutu pendidikan, penguatan moderasi beragama, serta integritas dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan peserta didik.
“Program Delapan Aksi nyata diatas bukan hanya langkah teknis, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif untuk merangkul keberagaman, menghormati hak asasi manusia, dan memperkuat solidaritas umat beragama sekaligus mempertegas komitmen Kemenag Sulsel sebagai bagian dari bangsa yang beradab, inklusif, dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dalam kebhinnekaan,”. paparnya.
Kegiatan upacara berlangsung dengan khidmat, diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan MAN 2 Kota Makassar. Para peserta upacara tampak antusias menyimak pemaparan terkait Asta Aksi yang meliputi Rumah Ibadah Ramah Difabel, Kemenag Sulsel Go Green, Pesantren Ramah Anak, Dakwah Ramah Kemanusiaan, Selebrasi Kerukunan, Algoritma Kasih Sayang untuk Generasi Z, Pelayanan Prima Ibadah Haji, dan Kemenag Sulsel Berintegritas
Di akhir amanatnya, Nursakinah mengajak seluruh warga madrasah untuk bersama-sama mengimplementasikan Asta Aksi dalam kegiatan sehari-hari.
“Kesadaran nasional bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk merefleksikan peran kita dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berintegritas,” pungkasnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh elemen di MAN 2 Kota Makassar semakin memahami dan mengaplikasikan Asta Aksi dalam kehidupan akademik dan sosial, sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam menciptakan madrasah yang lebih maju dan berdaya saing.