• Tim Riset MAN 2 Kota Makassar Borong 7 Medali di Ajang Internasional I2ASPO

    Tim Riset MAN 2 Kota Makassar Borong 7 Medali di Ajang Internasional I2ASPO

    Kota Makassar (Humas MAN 2) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar kembali mengukuhkan posisinya sebagai madrasah pencetak inovator muda berkelas dunia. Tidak tanggung-tanggung, Tim Riset MAN 2 Kota Makassar berhasil menyabet 6 medali emas dan 1 medali perak sekaligus dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) di UGM, Yogyakarta, 18-21 Desember...

    Kota Makassar (Humas MAN 2) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar kembali mengukuhkan posisinya sebagai madrasah pencetak inovator muda berkelas dunia. Tidak tanggung-tanggung, Tim Riset MAN 2 Kota Makassar berhasil menyabet 6 medali emas dan 1 medali perak sekaligus dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) di UGM, Yogyakarta, 18-21 Desember 2025.

    Ajang bergengsi yang mempertemukan 4000 peneliti muda dari berbagai negara ini denga 600 judul riset menjadi saksi ketangguhan ide dan inovasi siswa-siswi MAN 2 Kota Makassar. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, riset mendalam, dan bimbingan intensif yang dilakukan di lingkungan madrasah.

    Keenam medali emas tersebut diraih melalui berbagai kategori penelitian sains terapan, mulai dari pemanfaatan limbah lingkungan Ekstrak daun Mangrove dan Abu Kayu sebagai Agen pembasa Alami hingga solusi teknologi ramah lingkungan Inovasi Lilin Batik Ramah Lingkungan yang Terbuat dari Minyak Maggot. Keunggulan tim riset MAN 2 terletak pada orisinalitas ide dan kemampuan presentasi yang memukau para dewan juri internasional.

    Kepala MAN 2 Kota Makassar, Dr. Hj. Darmawati,S.Ag., M.Pd, menyampaikan kegembiraan dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian luar biasa anak didiknya. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari konsistensi seluruh civitas akademika dalam menjaga tradisi juara.

    "Kami sangat bersyukur dan bangga atas perolehan enam medali emas dan 1 perak ini. Ini adalah pencapaian bersejarah. Membawa pulang tuju medali bukan hal yang mudah, namun anak-anak kami membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan unggul di level internasional dalam bidang sains terapan," ujarnya.

    “Prestasi ini bukan hanya milik para siswa, tetapi juga kado indah bagi keluarga besar madrasah. MAN 2 Kota Makassar berkomitmen untuk terus menjadi wadah bagi lahirnya inovator muda yang mampu menjawab tantangan global," lanjutnya.

    “Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran guru pembimbing dan ekosistem riset yang telah dibangun secara konsisten di MAN 2 Kota Makassar. Madrasah ini terus berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi akademik maupun non-akademik, khususnya di bidang riset tutupnya.

    Tim Riset MAN 2 Kota Makassar meraih medali dalam berbagai kategori dengan judul penelitian yang mengangkat isu lingkungan, teknologi, hingga budaya: Gold medal pertama dipersembahkan pada kategori Applied Enviromental Science: dengan judul riset: Innovative Eco-friendly Batik Candles Made From Maggot Oil (Black Soldier Fly). Tim yang terdiri Nurul Adelia Putri Amiruddin, Alisa Zahrani, Inda Uswatun Hasanah, Ahmad Zaky Haryanto, dan Andy Muhammad Zhafran Lapawawoi berhasil menciptakan inovasi lilin batik ramah lingkungan dengan memanfaatkan minyak maggot sebagai bahan dasar.

    Gold medal kedua diraih oleh Annisa Nur Sadana, Muh Zaki Nayaka Naston, Naymah Ayun Sri Ihsan, dan Sultan Athaila Qoidir Suhadi. Penelitian mereka berjudul Green Innovation Of Antibacterial Dishwashing Soap Using Mangrove Leaves Extract and Wood Ash as Natural Alkalizing Agent. berhasil menciptakan terobosan dalam lmu Lingkungan Terapan berupa Inovasi sabun cuci piring antibakteri menggunakan ekstrak daun mangrove dan abu kayu.

    Gold medal selanjutnya diraih oleh Alisa Luvita Amalia, Muhammad Raihan Dhani, A. Rafifa Asilah Yasser dan Aqilah Tsabitah Putri Adam, Tim ini mempersembahkan karya bertajuk Environmentally Friendly Desalination of Saline Water Through the Utilization of Activated Carbon Using the CDI Method on Lae-Lae Island, Makassar City.

    Tim berikutnya terdiri Almira Syafiqah Z, Andi Almuimmah Lailil Qarni, Sasqia Kirana, Sasya Syafirah Syam, dan Malihah Rafifah Mauluddin mendapatkan gold medal juga dalam bidang Applied Enviromental Science dengan judul riset Innovative Assessment of Blue Carbon Potential under Climate Change in Coastal Wetlands: A Case Study from Tongke Tongke Village, Sinjai. Sebuah Studi strategis mengenai potensi karbon biru di wilayah pesisir Sinjai untuk menghadapi perubahan iklim

    Gold medal berikutnya diraih Raihanah Nuzul Rahimah, Aura Musfirah HM Haris, Quinny Elrania Fiqhly, Ahmad Avicena Makkuaseng. Mereka mempresentasikan penelitian Integrasi NDVI dan Konsentrasi Klorofil-a Padang Lamun untuk Estimasi Stok Blue Carbon dan Korelasinya dengan Tangkapan Ikan di Pulau Sembilan, Sinjai.

    Peraihan Gold Medal terakhir dalam bidang IoT and its Applications diraih oleh tim yang terdiri dari Nahla Salsabila Az Zahra, Nailah Ramadhani Ilham, Arzy Oktaviani, Nabila Zakiyah Basyar, Mughni Tenrisukki Sultan, dan Meishara Caesaria M. Mangopo. Tim ini mengambil judul Saoraja Lapinceng Heritage: Educational Game Development on Islamic Architecture, History, and Ornamentation of the Traditional House. Pengembangan game edukasi yang melestarikan arsitektur dan sejarah Islam pada rumah tradisional.

    Sedangkan Silver medal diraih dalam kategori bidang Functional Food. Tim ini terdiri dari Aira Azzahra Rasjid, ?Aulia Faqihatun Nisa, ?Aisyah Mufidah Usry, ?Almirah Azzahrah, ?Andi Ghina Syifa Fakhira, dan ?Farah Nafeeza Rayya. Tim ini mengambil judul Comparative analysis of sugar content in Aloe Vera Ice Cream and Conventional Ice Cream as a low glycemic dessert alternative. Penelitian perbandingan kadar gula pada es krim lidah buaya sebagai pilihan pencuci mulut sehat.

    "Kami sangat gembira dan bangga atas hasil yang diperoleh anak-anak kami. MAN 2 Kota Makassar merupakan salah satu madrasah unggulan akademik dan riset nasional di bawah Kementerian Agama Sulawesi Selatan,” ungkap Dedi Rimantho, pembimbing riset MAN 2

    Pencapaian ini semakin memperkokoh posisi MAN 2 Kota Makassar sebagai Madrasah Unggulan Akademik dan Riset Nasional yang diperhitungkan secara nasional. Dengan dukungan penuh dari Kementerian Agama Sulawesi Selatan, dan Komite madrasah.

    Prestasi di I2ASPO ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa di Sulawesi Selatan, khususnya di lingkungan madrasah, untuk terus berani berinovasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global. (humas/hb)

     

Komentar

H
Hasan Basri 21 Desember 2025 15:22

MAN 2 Kota Makassar, Sukses Selalu

H
Hasnawati Mahmuri 23 Desember 2025 01:51

Masya Allah Luar Biasa Anak-anakku

LEAVE COMMENT