Kota Makassar (Humas M2KM) – Tim riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar kembali mengukir prestasi gemilang di level internasional. Kali ini, lima murid madrasah tersebut sukses meraih Medali Perak (Silver Medal) dalam ajang bergengsi Bali International Science Fair (BISF) 2026 untuk kategori Research Innovation Science.Ajang kompetisi ilmiah internasional yang diselenggarakan oleh...
Kota Makassar (Humas M2KM) – Tim riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar kembali mengukir prestasi gemilang di level internasional. Kali ini, lima murid madrasah tersebut sukses meraih Medali Perak (Silver Medal) dalam ajang bergengsi Bali International Science Fair (BISF) 2026 untuk kategori Research Innovation Science.
Ajang kompetisi ilmiah internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) tersebut mempertemukan ratusan inovator muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil riset dan inovasi sains terbaik mereka.
Tim riset MAN 2 Kota Makassar yang berhasil mengharumkan nama institusi tersebut terdiri dari kolaborasi lintas kelas, yaitu Keeva Elmira K (Kelas X.3), Asilah Fiqrah Putri Firman (Kelas XI.1), Akmal Aditya M (Kelas XI.2), Farras Ayulia Roem (Kelas X.3), dan Muh. Raehan Erlangga (Kelas XI.2).
Kepala MAN 2 Kota Makassar, Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas konsistensi para murid dalam jalur riset dan inovasi. Prestasi ini menegaskan posisi madrasah dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global.
"Selamat kepada anak-anak kita yang telah berjuang di Bali. Meraih medali perak di ajang internasional seperti BISF bukanlah hal yang mudah. Ini membuktikan bahwa budaya meneliti dan berpikir kritis sudah tertanam kuat pada diri siswa madrasah kita," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari bimbingan intensif yang dilakukan oleh pihak madrasah. Hasnah, selaku guru pembimbing yang mengawal langsung jalannya riset, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas dedikasi yang ditunjukkan oleh kelima siswa tersebut selama masa persiapan hingga presentasi di hadapan dewan juri internasional.
"Anak-anak telah melalui proses yang panjang, mulai dari pencarian ide, uji coba di laboratorium, hingga penyusunan laporan ilmiah yang komprehensif. Mereka mampu mempertahankan argumen risetnya dengan sangat baik di hadapan para penguji. Medali perak ini adalah buah manis dari kerja keras dan malam-malam panjang yang mereka lalui untuk menyempurnakan inovasi ini," ungkap Ibu Hasnah.
Kompetisi BISF tahun ini menjadi panggung pembuktian bahwa inovasi sains yang lahir dari madrasah mampu bersaing secara kompetitif dengan sekolah-sekolah umum lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pihak MAN 2 Kota Makassar berharap pencapaian ini dapat terus memicu lahirnya peneliti-peneliti muda baru di lingkungan madrasah yang siap membawa solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat melalui pendekatan sains dan teknologi. (humas)
Komentar
Hasan Basri 15 Juni 2026 12:48
Membanggakan