Kota Makassar, (Humas MAN 2)— Dalam upaya membangun kesadaran digital dan menciptakan lingkungan siber yang aman, MAN 2 Kota Makassar bekerja sama dengan Telkom Indonesia Regional 5 menggelar kegiatan Edukasi Cyber Security Awareness bagi di MAN 2 Kota Makassar. Pelatihan Cyber Security Awerness kali ini mengangkat tema 'Dari Tahu Menjadi Mampu, Keterampilan Siber Lewat Studi Kasus. Acara yang...
Kota Makassar, (Humas MAN 2)— Dalam upaya membangun kesadaran digital dan menciptakan lingkungan siber yang aman, MAN 2 Kota Makassar bekerja sama dengan Telkom Indonesia Regional 5 menggelar kegiatan Edukasi Cyber Security Awareness bagi di MAN 2 Kota Makassar. Pelatihan Cyber Security Awerness kali ini mengangkat tema 'Dari Tahu Menjadi Mampu, Keterampilan Siber Lewat Studi Kasus.
Acara yang diselenggarakan di PSBB Hall MAN 2 Kota Makassar ini dihadiri oleh 150 peserta, termasuk guru, pegawai, dan siswa dari berbagai tingkat kelas. Narasumber utama Asrul Sirajuddin dari unit Information System & Cyber Security Telkom Regional 5, memberikan pemaparan mengenai pentingnya perlindungan data pribadi, etika bermedia sosial, serta ancaman-ancaman digital seperti phishing, peretasan, dan cyberbullying.
Kepala MAN 2 Kota Makassar, yang diwakili oleh Wakamad bidang Humas Hasan Basri, S.Pd.I., M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya literasi digital di kalangan guru, pegawai dan siswa.
Di era digital ini, cinta diri tidak hanya berarti menjaga kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menjaga identitas dan keamanan diri di dunia maya. Begitu pula cinta terhadap sesama, artinya kita tidak boleh menyebar hoaks, melakukan perundungan siber, atau melanggar privasi orang lain,” ujarnya.
Manager General Support Telkom Regional 5, Fakhyar Rusyid Syamsul, menyampaikan pelatihan keamanan siber telah dilaksanakan oleh Telkom di sejumlah sekolah lingkup Makassar dan Gowa. Kegiatan ini juga tidak melulu dilaksanakan di tingkat SMA/MA, tapi juga di level MTs/SMP, bahkan SD.
"Ini bukan kegiatan pertama, tahun lalu juga kami laksanakan di beberapa sekolah. Rencana untuk tahun ini kami siapkan kegiatan dengan skala lebih besar, dari pusat atau nasional," ungkap dia.
Fakhyar menyebut pihaknya tidak mematok target jumlah sekolah yang akan diberikan edukasi keamanan siber. Namun, tiap tahunnya paling tidak ada 300-500 peserta yang diharapkan mendapatkan 'ilmu' agar tidak jadi korban kejahatan siber.
Sesi interaktif, tanya jawab, dan simulasi kasus juga dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang cara mengenali dan menangani ancaman digital.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kota Makassar berharap dapat menanamkan nilai-nilai self-love dan social-responsibility dalam konteks kehidupan digital, sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa yang unggul dan berakhlak. (humas/hsn)
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!