Kota Makassar (Humas M2KM)— MAN 2 Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Melalui program pembinaan karakter, madrasah menggelar kegiatan Penyuluhan Bahaya Bullying yang dikemas sebagai bentuk penyemaian nilai Cinta Diri dan Sesama, bagian penting dari Implementasi Panca Cinta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC),...
Kota Makassar (Humas M2KM)— MAN 2 Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Melalui program pembinaan karakter, madrasah menggelar kegiatan Penyuluhan Bahaya Bullying yang dikemas sebagai bentuk penyemaian nilai Cinta Diri dan Sesama, bagian penting dari Implementasi Panca Cinta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), bertempat di Hall Indoor Al-Falah. (07/08)
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidang perlindungan anak dan advokasi sosial, yakni Husaimah Husain, S.H., M.Hum. (Dewan Pengawas Lembaga Perlindungan Anak / LPA Sulawesi Selatan) serta Ira Andi Malik, S.T., M.Hum. (Direktur Intercultural Center for Justice / ICJ Makassar).
Dalam pemaparannya, Husaimah Husain menekankan pentingnya kesadaran hukum dan dampak psikologis yang dialami oleh korban maupun pelaku bullying. Menurutnya, perlindungan terhadap anak bukan hanya tanggung jawab sekolah atau orang tua semata, melainkan kesadaran bersama untuk saling menghargai.
"Perundungan sering kali bermula dari hal-hal kecil yang dianggap biasa atau sekadar gurauan. Padahal, dampaknya bisa merusak masa depan dan mental seseorang. Memahami batas serta menghormati hak sesama adalah pondasi utama dalam mencegah kekerasan di lingkungan sekolah," tegas Husaimah.
Sementara itu, Ira Andi Malik mengajak para siswa untuk menginternalisasi nilai kemanusiaan dan empati sosial melalui tindakan nyata sehari-hari. Ia menekankan bahwa mencintai diri sendiri harus berbanding lurus dengan kepedulian terhadap sesama kawan.
"Ketika kita benar-benar mencintai diri sendiri, kita tidak akan membiarkan diri kita menjadi pelaku kekerasan. Dan ketika kita mencintai sesama, kita akan menjadi garda terdepan untuk saling merangkul, bukan memukul; saling merawat, bukan menjatuhkan," ujarnya penuh semangat.
Kepala Madrasah, Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan langkah strategis madrasah dalam memperkuat penerapan nilai-nilai KBC di kalangan para murid.
"Penyuluhan ini merupakan wujud nyata implementasi Panca Cinta, khususnya poin Cinta Diri dan Sesama. Kami ingin memastikan seluruh mhrid MAN 2 Kota Makassar tidak hanya unggul akademik dan riset, tetapi juga memiliki karakter akhlakul karimah, empati tinggi, serta mampu menciptakan ruang belajar yang inklusif dan ramah anak," ungkap Hj. Darmawati.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, para murid tampak antusias mengikuti sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Diharapkan, materi yang disampaikan mampu membangun kesadaran kolektif seluruh warga madrasah untuk mewujudkan lingkungan MAN 2 Kota Makassar yang cerdas, berkarakter, dan bebas dari segala bentuk perundungan. (humas)
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!