• Finalist TTC 2026, Tim Guru MAN 2 Kota Makassar Siap Mengguncang Tingkat Nasional

    Finalist TTC 2026, Tim Guru MAN 2 Kota Makassar Siap Mengguncang Tingkat Nasional

    Kota Makassar (Humas M2KM)— Tim Guru MAN 2 Kota Makassar sukses mengukir sejarah baru di kancah pendidikan digital. Lewat inovasi berbasis AI yang futuristik dan inklusif, duet pendidik hebat Hj. Nurhamidah Yusuf, S.Si. dan Chaerul Akbar, S.Pd. berhasil lolos Final dalam ajang bergengsi Teacher Tech Championship (TTC) BCA 2026. (19/09)Keberhasilan ini mengantarkan mereka melenggang ke babak final...

    Kota Makassar (Humas M2KM)— Tim Guru MAN 2 Kota Makassar sukses mengukir sejarah baru di kancah pendidikan digital. Lewat inovasi berbasis AI yang futuristik dan inklusif, duet pendidik hebat Hj. Nurhamidah Yusuf, S.Si. dan Chaerul Akbar, S.Pd. berhasil lolos Final dalam ajang bergengsi Teacher Tech Championship (TTC) BCA 2026. (19/09)

    Keberhasilan ini mengantarkan mereka melenggang ke babak final tingkat nasional di Jakarta sebagai wakil dari Sulawesi
    Langkah MAN 2 Kota Makassar menuju puncak tidaklah mudah. Mereka harus melewati pertarungan ketat dan menyisihkan ratusan kompetitor dari berbagai daerah melalui tahapan seleksi yang super ketat:
    357 pendaftar dari seluruh penjuru Sulawesi,
    293 peserta lolos verifikasi administrasi,
    242 peserta bersaing di babak penyisihan, hingga
    12 semifinalis teratas yang beradu gagasan di tingkat regional.
    KIMORA: Terobosan AI Inklusif yang Memukau Juri
    Kunci kemenangan tim ini terletak pada inovasi buatan mereka yang diberi nama KIMORA (Kimia Monitoring dan Reasoning AI). Alat bantu pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) ini hadir sebagai solusi nyata atas kendala belajar di kelas.
    KIMORA mampu mengukur parameter kimia seperti suhu, pH, dan TDS secara akurat. Menariknya, inovasi ini juga dirancang inklusif untuk membantu siswa penyandang buta warna agar tetap bisa melakukan praktikum kimia tanpa kendala membedakan warna indikator.
    Hj. Nurhamidah Yusuf, S.Si., mewakili timnya, mengungkapkan bahwa gagasan awal lahirnya KIMORA berawal langsung dari kondisi riil dan kebutuhan siswanya di dalam kelas saat praktikum.
    "Ada murid kami buta warna. Kalau buta warna kan dia tidak bisa membedakan, sementara kertas lakmus itu harus menempelkan warnanya di kertas indikator dan mencocokkan warnanya. Karena dia tidak bisa mencocokkan warna, dia tidak tahu berapa pH-nya," jelas Nurhamidah.
    ?Kepala MAN 2 Kota Makassar, Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Capaian ini membuktikan bahwa guru madrasah tidak hanya mampu beradaptasi dengan arus teknologi, tetapi juga siap menjadi trendsetter dan pionir pembelajaran digital modern di Indonesia.
    ?Usai mengunci gelar juara di tingkat regional, Tim Guru MAN 2 Kota Makassar kini fokus melakukan penyempurnaan akhir pada KIMORA. Mereka siap bertolak ke Jakarta untuk membawa pulang piala kejuaraan tingkat nasional. (hb) 

Komentar

H
Hasan Basri 19 September 2026 12:24

Hadzmin fadhli Rabbina

M
Muhammad Rafif hamdani 19 September 2026 12:25

Selamt buat guru guru hebatnya MAN 2 Mks

LEAVE COMMENT