• Imam Besar Al-Markaz Al-Islami Beri Tausiyah dalam Kegiatan Pesantren Ramadan MAN 2 Kota Makassar

    Imam Besar Al-Markaz Al-Islami Beri Tausiyah dalam Kegiatan Pesantren Ramadan MAN 2 Kota Makassar

    Kota Makassar (Humas M2KM)  – Suasana religius menyelimuti Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar dalam pembukaan Pesantren Ramadan bertajuk "Madani Ramadani". Acara ini menjadi sangat istimewa dengan kehadiran Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami, Prof. Dr. Muammar Bakri, Lc., MAg., yang hadir memberikan tausiyah inspiratif di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik.Kegiatan dibuka...

    Kota Makassar (Humas M2KM)  – Suasana religius menyelimuti Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar dalam pembukaan Pesantren Ramadan bertajuk "Madani Ramadani". Acara ini menjadi sangat istimewa dengan kehadiran Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami, Prof. Dr. Muammar Bakri, Lc., MAg., yang hadir memberikan tausiyah inspiratif di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik.

    Kegiatan dibuka dengan pesan filosofis dari Kepala MAN 2 Kota Makassar, Dr. Hj. Darmawwati, S.Ag., M.Pd yang menganalogikan bulan suci sebagai peluang emas bagi para pencari keberkahan.

    "Ramadan ini ibarat harta karun yang terpendam. Setiap detiknya adalah permata yang hanya bisa digali oleh mereka yang memiliki kesungguhan ibadah dan kemuliaan akhlak," ungkap Kepala Madrasah dalam sambutannya.

    Dalam tausiyahnya, Prof. Muammar Bakri membedah makna kata "Ilmu" melalui tiga huruf hijaiyah penyusunnya: 'Ain Lam, dan Mim. Beliau memaparkan hikmah mendalam di balik ketiga huruf tersebut: 'Ain, Ilmu akan mengangkat derajat pemiliknya di sisi Allah dan manusia ke tempat yang tinggi, Lam- Puncak tertinggi dari ilmu adalah mengenal Allah dan Mim - Orang berilmu sejati harus memiliki kerendahan hati 

    Menutup tausiyahnya, Prof. Muammar Bakri mengutip pesan legendaris dari Imam Syafii sebagai penguat motivasi bagi para siswa MAN 2 Kota Makassar. Beliau mengingatkan bahwa ilmu adalah "Nur" atau cahaya yang tidak akan masuk ke dalam hati yang dipenuhi kemaksiatan.

    Beliau juga menekankan pentingnya daya tahan dalam belajar dengan mengutip perkataan Imam Syafii yang sangat masyhur:

    "Barangsiapa yang tidak pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu meski sesaat, maka ia akan menanggung hinanya kebodohan sepanjang hidupnya."

    "Menuntut ilmu memang melelahkan dan penuh tantangan, namun itulah harga yang harus dibayar untuk meraih masa depan yang gemilang. Jangan biarkan masa muda berlalu tanpa makna," pungkas Prof. Muammar Bakri.

    Hadirnya Imam Besar Al-Markaz ini diharapkan menjadi suntikan semangat bagi seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Makassar. Rangkaian Madani Ramadani akan dilanjutkan dengan berbagai agenda penguatan karakter, mulai dari tadarrus bersama, kajian fikih, buka puasa bersama hingga aksi sosial kemanusiaan. (humas)

     

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

LEAVE COMMENT