• Inovasi Riset Sukun Cegah Diabetes, Tim Siswa MAN 2 Kota Makassar Raih Medali Perak di WYIIA 2026

    Inovasi Riset Sukun Cegah Diabetes, Tim Siswa MAN 2 Kota Makassar Raih Medali Perak di WYIIA 2026

    Brawijaya (Humas MAN 2) — MAN 2 Kota Makassar kembali mengukir prestasi gemilang di panggung ilmiah internasional. Tim peneliti muda MAN 2 Kota Makassar sukses menyabet Medali Perak (Silver Medal) dalam ajang The 6th World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2026 untuk kategori Life Science.Ajang bergengsi ini diselenggarakan secara hybrid, berpusat di Gedung Samantha Krida Hall,...

    Brawijaya (Humas MAN 2) — MAN 2 Kota Makassar kembali mengukir prestasi gemilang di panggung ilmiah internasional. Tim peneliti muda MAN 2 Kota Makassar sukses menyabet Medali Perak (Silver Medal) dalam ajang The 6th World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2026 untuk kategori Life Science.

    Ajang bergengsi ini diselenggarakan secara hybrid, berpusat di Gedung Samantha Krida Hall, Universitas Brawijaya (UB), Malang, Indonesia untuk sesi luring (offline), serta secara daring (online) untuk peserta dari berbagai negara.

    Pada kompetisi dunia tersebut, tim MAN 2 Kota Makassar mengusung karya ilmiah berjudul:“The Effect of BreadffruitRipeness On Starch Content, Reducing Sugars, and in Vitro Glycemic Response as aGuide for Food Diversification to Prevent Diabetes”. Riset ini mengeksplorasi pengaruh tingkat kematangan buah sukun terhadap kandungan pati, gula pereduksi, serta respon glikemik secara in vitro. Hasil penelitian ini menjadi panduan ilmiah yang sangat berharga dalam diversifikasi pangan lokal yang aman dan efektif membantu pencegahan penyakit diabetes.

    Tim riset berbakat ini beranggotakan 4 siswa-siswi pilihan: Nindya Qanita (Kelas XI.A), Nayaka Faiz Zuhdi (Kelas XI.A), Asyraf Auli Raihan (Kelas XI.G), dan Afiqah Yussrina Hamzah (Kelas XI.G)

    Kepala MAN 2 Kota Makassar, Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian berharga ini.

    "Alhamdulillah, selamat dan sukses untuk anak-anakku Nindya, Nayaka, Asyraf, dan Afiqah beserta para guru pembimbing. Keberhasilan meraih medali perak tingkat internasional di kategori Life Science ini membuktikan bahwa semangat belajar berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) mampu melahirkan generasi inovator yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi dalam menghadirkan solusi kesehatan bagi masyarakat luas," tutur beliau.

    Proses perjuangan tim melewati berbagai tahapan ketat, mulai dari penyusunan naskah ilmiah, pembuatan purwapruta, hingga presentasi dan uji kritis ilmiah berbahasa Inggris di hadapan dewan juri internasional. Riset sukun ini dinilai sangat strategis karena memanfaatkan komoditas pangan lokal Sulawesi Selatan menjadi solusi saintifik atas masalah kesehatan global.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemampuan riset murid madrasah mampu bersaing di Tingkat dunia, Lebih dari sekedar pencapaian medali, penelitian ini menunjukkan bagaimana potensi sumber daya pangan local dapat dikembangkan menjadi inovasi ilmiah yang memiliki nilai manfaat bagi Masyarakat. (humas)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

LEAVE COMMENT