Bandung (Humas M2KM) — Tim riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Dalam babak final kompetisi riset bergengsi yang diselenggarakan oleh Indonesian Student Research Competition (ISRC) dan Indonesia Scientific Society (ISS) di Bandung, 17–19 April 2026, delegasi asal Sulawesi Selatan ini berhasil menyabet medali perunggu.Prestasi...
Bandung (Humas M2KM) — Tim riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Dalam babak final kompetisi riset bergengsi yang diselenggarakan oleh Indonesian Student Research Competition (ISRC) dan Indonesia Scientific Society (ISS) di Bandung, 17–19 April 2026, delegasi asal Sulawesi Selatan ini berhasil menyabet medali perunggu.
Prestasi tersebut diraih melalui inovasi pemanfaatan bahan alam untuk sektor pertanian. Tim yang beranggotakan Muhammad Fadhil Isham Darmawan, Fuad Abdil Ghani Muthmain, dan Andi Hanin Bangki Adzakira SK dari kelas XI.B Riset, mengusung penelitian berjudul "Evaluasi Penggunaan Ekstrak Daun Pepaya dan Air Cucian Beras dalam Pengendalian Hama Kakao (Conopomorpha cramerella)".
Persaingan Ketat 20 Provinsi
Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Kompetisi tahun ini diikuti oleh 543 tim pendaftar dari 20 provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Setelah melalui proses seleksi administrasi dan substansi yang ketat, hanya 76 judul penelitian yang dinyatakan lolos ke babak final di Bandung.
Para finalis berkompetisi dalam tiga kategori utama: Sains, Teknologi, serta Sosial dan Humaniora. Fokus penelitian tim MAN 2 Kota Makassar pada pengendalian hama kakao menjadi sorotan para juri karena menawarkan solusi organik yang sangat aplikatif bagi petani lokal.
Apresiasi Kepala Madrasah dan Pembimbing
Keberhasilan ini disambut syukur oleh seluruh warga madrasah. Kepala MAN 2 Kota Makassar, Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd, menekankan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi dan kerja keras kolektif.
"Alhamdulillah, dengan perjuangan, motivasi, dan doa dari seluruh pihak, kita bisa membawa pulang medali perunggu di tengah persaingan yang sangat kompetitif ini," ujar Hj. Darmawati.
Senada dengan hal tersebut, pembimbing riset MAN 2 Kota Makassar, Drs. Khoiri, MM, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap dedikasi para siswa. Ia menilai ketekunan siswa dalam menguji efektivitas bahan organik menjadi kunci keberhasilan tim.
"Kami sangat bersyukur atas capaian anak-anak. Medali perunggu ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan ketelitian mereka selama proses penelitian di laboratorium maupun lapangan. Hasil ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan membuktikan bahwa riset dari madrasah mampu memberikan solusi praktis bagi permasalahan masyarakat, khususnya di sektor perkebunan kakao," ungkapnya.
Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
Penelitian ini dinilai sangat strategis mengingat kakao merupakan komoditas unggulan Sulawesi. Dengan memanfaatkan ekstrak daun pepaya dan air cucian beras, para siswa menunjukkan kepekaan terhadap masalah nyata yang dihadapi petani, sekaligus mendukung praktik pertanian ramah lingkungan.
Dengan torehan prestasi ini, MAN 2 Kota Makassar semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang konsisten dalam pengembangan budaya riset, sejalan dengan semangat mewujudkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi. (humas)
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!