Kota Makassar - Program U-BAGI (Guru Berbagi) bukan hanya kegiatan administrasi biasa, tetapi merupakan upaya nyata untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman antar guru di MAN 2 Kota Makassar. Melalui inovasi ini, guru didorong untuk terus belajar dan berkembang bersama. Kepala Madrasah, Darmawati menegaskan bahwa jika pengetahuan dan inovasi hanya disimpan sendiri, peningkatan kualitas...
Kota Makassar - Program U-BAGI (Guru Berbagi) bukan hanya kegiatan administrasi biasa, tetapi merupakan upaya nyata untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman antar guru di MAN 2 Kota Makassar. Melalui inovasi ini, guru didorong untuk terus belajar dan berkembang bersama. Kepala Madrasah, Darmawati menegaskan bahwa jika pengetahuan dan inovasi hanya disimpan sendiri, peningkatan kualitas pembelajaran akan berjalan lambat. Dengan berbagi secara terbuka, kemampuan guru dapat berkembang merata dan mutu madrasah dapat meningkat secara keseluruhan.
Filosofi: "Khairunn?s anfa’uhum linn?s"
Inovasi ini mengakar kuat pada doktrin Khairunn?s anfa’uhum linn?s (Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya), yang ditransformasikan ke dalam tiga pilar; Menjadi Pribadi Bermanfaat, menggeser paradigma guru dari sekadar pengajar di kelas menjadi kontributor intelektual bagi komunitas. Saling Menolong, Membangun mekanisme dukungan teman sejawat untuk memecahkan hambatan secara kolektif. Teladan Positif, Menampilkan sosok pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memiliki integritas dan keterbukaan terhadap perubahan.
Landasan filosofis ini memberikan energi bagi guru untuk bergerak melampaui tugas pokoknya, menyelaraskan nilai spiritual dengan kebutuhan praktis pengembangan diri di lapangan yang dinamis.
Urgensi dan Tujuan Inovasi
Tantangan terbesar adalah seringkali ilmu yang didapat dari pelatihan berhenti pada surat tugas dinas luar. U-BAGI hadir sebagai solusi sistematis di MAN 2 Kota Makassar untuk memastikan setiap investasi negara dalam pengembangan SDM berdampak langsung pada kualitas pembelajaran murid melalui budaya belajar kolektif. Tujuan inovasi ini adalah mempercepat diseminasi hasil pelatihan, membangun budaya kolaborasi, mendorong implementasi praktis, dan memperkuat profesionalisme.
Bentuk Implementasi
Kegiatan dirancang dalam struktur yang menjamin kedalaman pemahaman melalui presentasi: transfer pengetahuan oleh tutor, diskusi/tanya jawab: pendalaman konseptual dan kontekstualisasi materi, workshop: sesi produksi di mana guru langsung mempraktikkan keterampilan baru, dan berakhir dengan refleksi: evaluasi efektivitas dan perencanaan implementasi lanjutan.
Struktur yang jelas ini menjadi fondasi bagi terciptanya perubahan nyata dalam praktik pembelajaran, memastikan bahwa inovasi bukan sekadar wacana, melainkan kompetensi yang terinternalisasi.
Transformasi Sebelum dan Sesudah U-BAGI
Sebelum Program U-BAGI diterapkan, kegiatan berbagi antar guru masih dilakukan secara sesekali dan tidak tercatat dengan baik. Banyak praktik baik yang berhenti begitu saja tanpa dokumentasi, sehingga sulit untuk dipelajari ulang atau dikembangkan. Guru juga cenderung bekerja sendiri-sendiri, dengan interaksi dan kerja sama yang masih terbatas. Dalam hal teknologi, pembelajaran masih didominasi cara-cara konvensional, sementara pemanfaatan platform digital belum optimal. Tidak sedikit guru yang merasa ragu dan kurang percaya diri menggunakan media digital karena keterbatasan pemahaman teknis. Akibatnya, pertukaran pengalaman dalam menyelesaikan masalah pembelajaran di kelas pun relatif minim.
Setelah Program U-BAGI diimplementasikan, terjadi perubahan yang signifikan. Seluruh kegiatan berbagi pengetahuan kini terdokumentasi dan terdata dengan baik, sehingga mudah diakses dan dimanfaatkan kembali. Program ini juga mendorong terciptanya budaya kolaborasi yang lebih terbuka dan inklusif, baik antar guru MAN 2 Kota Makassar maupun lintas komunitas. Pemanfaatan teknologi pembelajaran meningkat, ditandai dengan penggunaan berbagai media digital pembelajaran daring. Guru menjadi lebih adaptif dan percaya diri dalam menggunakan aplikasi seperti Google Classroom, Canva, dan Quizizz. Dampaknya, komunitas guru menjadi lebih produktif dengan lahirnya berbagai karya bersama, seperti modul ajar dan video praktik baik yang siap digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Kesimpulan dan Rekomendasi
U-BAGI (Guru Berbagi) telah membuktikan dirinya sebagai praktik baik yang mampu mendobrak budaya kerja individualistis dan menggantinya dengan kolaborasi yang produktif. Motto Khairunn?s anfa’uhum linn?s harus terus menjadi penyemangat utama. Keberlanjutan program ini atas berkat dukungan pimpinan madrasah dibarengi dengan penguatan infrastruktur digital sehingga semangat berbagi ini terus mengalir. Memastikan setiap inovasi yang lahir di satu ruang kelas dapat mencerahkan ribuan murid. Mari terus berbagi, karena dalam setiap ilmu yang kita salurkan, terdapat investasi masa depan generasi bangsa.
Mutaillah (Guru MAN 2 Kota Makassar)

08 Februari 2026

08 Februari 2026

08 Februari 2026

07 Februari 2026

07 Februari 2026
Komentar
Dar 08 Februari 2026 08:15
Mantap sekali….UBAGI menjadi program unggulan MAN 2. Keren
MUTAILLAH 08 Februari 2026 09:01
Masya Allah