Kota Makassar (Humas M2KM) --- Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Hj. Helmi Nasaruddin Umar, mewakili Menteri Agama memberikan apresiasi kepada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar atas komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan riset dan inovasi.Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhmah di MAN 2...
Kota Makassar (Humas M2KM) --- Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Hj. Helmi Nasaruddin Umar, mewakili Menteri Agama memberikan apresiasi kepada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar atas komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan riset dan inovasi.
Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhmah di MAN 2 Kota Makassar. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan sejumlah pesan dan arahan terkait pengembangan madrasah, khususnya dalam membangun budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan.
Hj. Helmi Halimatul Udhmah mengaku senang melihat suasana MAN 2 Kota Makassar yang sejuk, terbuka, dan memiliki lingkungan pendidikan yang mendukung proses belajar. Ia juga mengapresiasi semangat para guru dan tenaga pendikan yang terus berkolaborasi dengan kepala madrasah dan komite dalam mengembangkan kualitas pendidikan.
“Senang melihat madrasah yang sejuk, terbuka alamnya, dan suasananya sangat mendukung. Lebih dari itu, kita melihat guru dan tenaga pendidikan terus berkolaborasi dengan kepala madrasah dan komite untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya. Senin (24/08/2026)
Menurut Hj. Helmi, kolaborasi menjadi salah satu kunci penting dalam membangun madrasah yang maju. Pendidikan, katanya, tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara seluruh unsur yang ada di dalam dan di luar madrasah.
Dalam kunjungannya, Helmi juga menyaksikan hasil karya riset murid dan meresmikan rumah Riset MAN 2 Kota Makassar. Ia menegaskan, keberadaan Rumah Riset tidak boleh berhenti sebagai sebuah simbol atau kegiatan seremonial semata.
“Penandatanganan prasasti Rumah Riset ini jangan hanya menjadi seremonial. Rumah Riset harus benar-benar menjadi rumah lahirnya ide-ide baru, inovasi baru, dan berbagai karya yang memberikan manfaat,” tegasnya.
Ia berharap Rumah Riset dapat dikembangkan menjadi pusat pengembangan gagasan dan inovasi yang melibatkan seluruh warga madrasah.
Menurutnya, Rumah Riset idealnya menjadi sebuah ekosistem yang mempertemukan guru, murid, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, pemerintah, serta masyarakat.
“Rumah Riset harus dikembangkan menjadi ekosistem yang mempertemukan guru, murid, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, pemerintah, serta masyarakat. Dengan kolaborasi seperti itu, riset yang lahir dari madrasah dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.
Hj. Helmi juga mengingatkan agar hasil riset yang dilakukan peserta didik maupun guru tidak berhenti sebagai dokumen yang tersimpan di lemari.
“Hasil riset jangan hanya tinggal di lemari. Harus ada tindak lanjut, harus ada inovasi yang dikembangkan, dan kalau memungkinkan dapat diterapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Beliau menilai penguatan riset di madrasah merupakan bagian penting dari upaya menerjemahkan Asta Protas Kementerian Agama dalam konteks pendidikan. Budaya riset, menurutnya, dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Pembelajaran berbasis riset tidak hanya mendorong siswa untuk menemukan pengetahuan baru, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan mampu memecahkan persoalan.
“Pembelajaran riset dapat memperkuat mutu pendidikan, memperkuat pendidikan karakter, memperkuat literasi dan digital, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan ramah anak,” tuturnya.
Karena itu, ia mendorong agar budaya riset tidak hanya diberikan kepada murid tertentu, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran di madrasah.
Menurutnya, murid harus diberikan ruang untuk bertanya, mencoba, melakukan penelitian, menemukan solusi, dan menyampaikan gagasan. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga generasi yang mampu menghasilkan karya dan memberikan solusi terhadap persoalan di sekitarnya.
Beliau berharap MAN 2 Kota Makassar dapat terus mengembangkan lingkungan pendidikan yang terbuka terhadap gagasan dan kolaborasi. Madrasah, katanya, harus menjadi tempat yang memberikan ruang kepada guru murid untuk tumbuh, berkreasi, serta menghasilkan inovasi, sehingga dapat berkontribusi terhadap bangsa dan ummat
Sebelumnya, dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Kota Makassar, Hj. Darmawati, memaparkan sejumlah capaian dan perkembangan yang telah diraih madrasah selama ini.
Hj. Darmawati menyampaikan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Makassar, mulai dari guru, tenaga kependidikan, murid, komite madrasah, hingga dukungan berbagai pihak yang selama ini terus bersinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Beliau berharap dukungan dan arahan dari Kementerian Agama serta Komite Madrasah dapat semakin memperkuat berbagai program yang telah dikembangkan MAN 2 Kota Makassar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Biro SDM Kemenag RI, sejumlah pejabat dan undangan dari Kementerian Agama, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Kepala Madrasah Sesulsel, Ketua Komite, serta jajaran keluarga besar MAN 2 Kota Makassar.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat keluarga besar MAN 2 Kota Makassar dalam menjadikan riset dan inovasi sebagai bagian dari budaya madrasah.
(humas)
Komentar
Erniwati 24 Agustus 2026 16:47
Madrasah yang terus memberi ruang kepada murid untuk terus berkreasi dan berkarya melalui berbagai prestasi dibidang akademik maupun nonakademik.sukses selalu madradah unggul akademik dan riset.