Kota Makassar (Humas M2KM) — Senyum bahagia terpancar dari wajah Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP), Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhmah yang juga sekaligus Bunda Inklusi Kementerian Agama RI, saat bertemu dan memberikan santunan kepada anak-anak pemulung binaan MAN 2 Kota Makassar melalui program Madupulung (MAN 2 Kota Makassar Peduli Pemulung). (24/08)Pertemuan yang berlangsung penuh...
Kota Makassar (Humas M2KM) — Senyum bahagia terpancar dari wajah Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP), Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhmah yang juga sekaligus Bunda Inklusi Kementerian Agama RI, saat bertemu dan memberikan santunan kepada anak-anak pemulung binaan MAN 2 Kota Makassar melalui program Madupulung (MAN 2 Kota Makassar Peduli Pemulung). (24/08)
Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan itu menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan perhatian kepada anak-anak pemulung yang tetap bersemangat menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
“Bahagia sekali rasanya bisa dekat dengan anak-anak hebat ini. Mereka adalah anak-anak bangsa yang memiliki cita-cita dan masa depan. Kita ingin mereka merasa diperhatikan, disayangi, dan terus memiliki semangat untuk belajar,” ungkap Hj. Helmi Halimatul Udhmah
Melalui program Madupulung, MAN 2 Kota Makassar berupaya menghadirkan kepedulian nyata kepada keluarga pemulung, khususnya dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak-anak mereka. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian madrasah terhadap masyarakat di lingkungan sekitar.
Kepala MAN 2 Kota Makassar, Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd, mengungkapkan bahwa keberadaan anak-anak pemulung bukan sekadar bagian dari lingkungan sosial, tetapi juga generasi yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, perhatian, dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Santunan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan mereka sekaligus menjadi penyemangat agar tidak menyerah pada keadaan.
“Jangan pernah merasa rendah karena status sosial sebagai pemulung. Setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi orang hebat. Teruslah belajar, bermimpi, dan berusaha. Insyaallah, masa depan yang baik menanti,” pesan Hj. Hilmi kepada para anak pemulung.
Suasana semakin hangat ketika para anak pemulung menyambut dengan senyum dan penuh antusias. Kedekatan yang terbangun menunjukkan bahwa perhatian sederhana dapat menghadirkan kebahagiaan dan menumbuhkan rasa percaya diri bagi anak-anak.
“Madupulung bukan hanya tentang memberikan santunan, tetapi tentang membangun kepedulian. Program ini menjadi ruang bagi madrasah untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, membuka mata bahwa di balik aktivitas para pemulung terdapat anak-anak yang memiliki mimpi besar dan membutuhkan dukungan untuk mewujudkannya” ungkap dewan Pembina Madupulung, Dra. Erniwati. M.Pd
“Melalui program tersebut, MAN 2 Kota Makassar berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan madrasah. Pendidikan tidak hanya tentang mencerdaskan peserta didik di ruang kelas, tetapi juga tentang menanamkan nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian terhadap sesama,” lanjutnya
Di akhir kegiatan, kebahagiaan tampak dari wajah para anak pemulung yang menerima santunan. Sementara bagi Dewan Penasihat DWP Kemenag RI, perjumpaan tersebut meninggalkan kesan mendalam.
“Dekat dengan anak-anak ini mengajarkan kita bahwa kebahagiaan itu sederhana. Ketika kita bisa berbagi dan melihat mereka tersenyum, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri,” tuturnya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!