Kota Makassar (Humas M2KM) – Sebagai upaya nyata dalam meningkatkan standar kompetensi keagamaan dan profesionalisme tenaga pendidik, guru-guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar mengikuti Program Tahsin Al-Qur'an yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar. Kegiatan ini digelar sebagai komitmen madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani yang diawali dari...
Kota Makassar (Humas M2KM) – Sebagai upaya nyata dalam meningkatkan standar kompetensi keagamaan dan profesionalisme tenaga pendidik, guru-guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar mengikuti Program Tahsin Al-Qur'an yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar. Kegiatan ini digelar sebagai komitmen madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani yang diawali dari kualitas bacaan para gurunya.
Momen ini terasa kian istimewa karena dilaksanakan di Kantor Kemenag Kota Makassar bertepatan dengan suasana penuh keberkahan di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag, yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan literasi Al-Qur'an di lingkup Kementerian Agama.
Kepala MAN 2 Kota Makassar, Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan setiap guru, baik pengampu mata pelajaran agama maupun umum, memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an yang fasih, tartil, dan sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.
"Guru adalah teladan (uswatun hasanah) bagi siswa. Sebelum kita membimbing siswa untuk mencintai dan memperdalam Al-Qur'an, kita harus memastikan bahwa literasi Al-Qur'an di tingkat pendidik sudah mumpuni dan terstandarisasi sesuai program Kemenag," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Para guru tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, mulai dari penyampaian teori hingga praktik talaqqi (menyimak dan mengoreksi bacaan secara langsung). Dengan mengikuti program ini, atmosfer religius di lingkungan madrasah diharapkan semakin kuat. Peningkatan kualitas bacaan guru diyakini akan berimplikasi langsung pada kualitas pembiasaan tadarus pagi dan program keagamaan siswa di madrasah.
"Program ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan investasi spiritual bagi seluruh civitas akademika MAN 2 Kota Makassar menuju madrasah yang unggul dan berprestasi dalam bingkai akhlakul karimah," pungkas Hj. Darmawati. (humas)
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!